Begini Cara Pemdes Krandegan Berdayakan UMKM

Kades Krandegan, Kecamatan Bayan Menunjukan Platform Marketplace 'Toko Desaku'. (Foto:Ist)

Purworejo (wartapurworejo.com)- Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan memiliki cara tersendiri dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pemdes Krandegan berinisiatif membuatkan sebuah toko online atau marketplace khusus bagi warga yang menggeluti dunia UMKM guna mendongkrak penjualan.

Kepala Desa Krandegan Dwinanto menyampaikan, platform jual beli online ini salah satu upaya dalam memudahkan pemasaran prodak UMKM milik warga Krandegan. Hal ini juga sebagai jawaban atas tuntutan revolusi industri 4.0.

“Melalui toko online, warga yang memiliki dapat memajang dan menjual dagangannya. Mereka bisa menawarkan berbagai aneka barang dengan jangkauan lebih luas,” kata dia, saat ditemui di ruiang kerjanya, Senin, (22/09/2020).

Lebih dari itu, program melalui penyertaan dana desa ini juga selaras dengan komitmen Presiden Joko Widodo  yang tertuang dengan Naw Cita tentang peningikatan prodktivitas nasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Impian kita kedepan untuk mewujudkan smart village. Jadi sebisa mungkin setiap aktivitas kita berbasis teknologi,” paparnya.

Dwinanto menjelaskan, proses pembutan ‘Toko Desaku’ memakan waktu sekitar satu bulan. Melalui tangan dingin warga yang memiliki kemampuan di bidang IT,toko online ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti dapat memesan secara langsung  melalui aplikasi whatsapp.

Toko Desaku juga telah memiliki versi android, sehingga masyarakat dengan mudah dapat memiliki aplikasi melalui  laman Google Play Store. Lebih dari itu, guna mempermudah proses pengiriman. Toko Desaku telah disertai fitur fasilitas yang terhubung dengan jasa pengiriman ekspedisi nasional.

Beberapa barang maupun jasa yang ditawarkan dalam web e-commerce ini mulai sembako, prodak kecantikan, fashion, makanan ringan hingga khitan panggilan. Hingga saat ini, ‘Toko Desaku’ masih dalam proses pembenahan guna memudahkan antara penjual dan pembeli.

Salah satu warga yang menjual prodak, Supriyani (45) menyatakan sangat terbantu dalam hal pemasaran dengan hadirnya market place ‘Toko Desaku’. Jika sebelumnya prodak olahan makanan geblek yang ia olah sendiri hanya diminati kalangan warga desa. Kini ia mampu mencakup pangsa pasar hingga luar daerah.

“Biasanya sih COD deket sini aja. Tapi sekarang sudah sampai ke luar Jawa. Kemarin baru kirim ke Sulawesi juga ke Riau,” ungkapnya. (Hafied-04)

Mungkin Anda juga menyukai