Gurih dan Lezatnya Kupat Landan Purbalingga

Kupat Landan Purbalingga. (Foto : ist)

Purbalingga (wartapurworejo.com) Ketupat atau orang jawa biasa menyebutnya kupat, menjadi makanan khas dengan tampilan unik yang terbungkus daun kelapa yang masih muda (janur). Tidak semua kupat memiliki rasa dan tampilan yang sama satu dengan lainnya.

Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon Purbalingga salah satu Desa yang memproduksi Kupat. Kupat Landan biasa orang menyebutnya. Ada yang berbeda dari kupat yang satu ini, jika biasanya kupat berwarna putih, sedangkan kupat landan memiliki warna coklat kemerahan baik pada selongsong kupat (anyaman janur) maupun kupatnya sendiri.

Tidak hanya soal warna, kupat landan yang diproduksi warga Desa Kedungbenda memiliki keunggulan pada rasa yakni rasa yang gurih dan legit. Hal tersebut diungkapkan oleh Sulastri (57), salah satu warga Desa Kedungbenda yang menjadi pengelola wisata Susur Sungai Klawing.

“Keunggulan lainnya dari kupat landan yaitu dari cara pembuatannya yang berbeda dari kupat-kupat lainnya,” terang Sulastri saat ditemui di Obyek Wisata Susur Sungai Klawing, Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon beberapa waktu lalu.

Dikatakan lebih lanjut, pembuatan kupat landan yang diproduksi di Desa Kedungbenda menggunakan beras asli yang dihasilkan dari desanya. Beras yang telah disiapkan, dicuci hingga bersih kemudian dimasukan ke dalam selongsong dan dimasukan kedalam air mendidih yang telah diberi campuran khusus.

“Untuk membuat kupat berwarna kemerahan tidak menggunakan pewarna makanan, itu digodhog (rebus, Red) nya pakai air abu pelepah daun kelapa, hasil airnya nanti bening untuk menghasilkan air ini prosesnya seperti penyulingan.,” jelasnya melalui laman resmi Pemprov Jateng.

Proses penyulingan sendiri, menurut Sulastri membutuhkan waktu hingga semalam untuk menghasilkan air yang banyak yang kemudian digunakan untuk proses perebusan. Setelah matang, maka kupat yang dihasilkan berwarna coklat kemerahan.

“Kalau sudah matang, kupat landan harus didinginkan dulu, soalnya kalau tidak didinginkan tekstur kupatnya benyek, kalau sudah dingin enak teksturnya kenyal dan rasanya gurih,” kata Sulastri.

Sapto Suhardiyo yang akrab disapa Sapto Kepala Seksi Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) pada Dinas Komunikasi dan informatika (Dinkominfo) Purbalingga mengaku penasaran dengan rasa kupat landan yang disajikan warga Desa Kedungbenda di Obyek Wisata Susur Kali Klawing. Menurutnya rasa kupat landan yang ditawarkan memang berbeda dengan kupat-kupat di daerah lainnya.

“Apalagi makan kupatnya bersama dengan sayur lodeh jantung, ikan senggaring yang khas dari kali klawing dan sambal. Rasane jos lah,” ungkapnya saat mendampingi kegiatan Press Tour Dinkominfo Provinsi Jawa Tengah di Obyek Wisata Susur Sungai Klawing, Desa Kedungbenda.

Kupat landan memang lebih spesial apabila ditemani dengan makanan berkuah seperti sayur lodeh terong maupun jantung yang dimasak oleh penduduk Desa Kedungbenda ditambah dengan lauk ikan yang ditangkap langsung dari sungai klawing. Kupat landan ternyata juga mampu menjadi daya tarik kuliner di Desa Kedungbenda, terlebih dinikmati dengan segelas wedang jahe dan dimakan di pinggiran Sungai Klawing. (Naz-02)

Mungkin Anda juga menyukai