KPU Purworejo Didesak Jamin Kesehatan Pemilih

Pjs (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti. (gatra.com)

Purworejo (wartapurworejo.com) – Partisipasi pemilih dalam Pilbup Purworejo 2020 diprediksi akan menurun. Salah satu penyebabnya, Pilkada dilangsungkan pada masa pandemi Covid-19, sehingga masyarakat khawatir akan kesehatannya.  Karena itu, KPU didesak memerikan jaminan kesehatan para pemilih.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti mengungkapkan, tak hanya di Kabupaten Purworejo, partisipasi pemilih akan menurun di semua daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020. 

“Dalam SK Pjs, salah satu tugas adalah memfasilitasi pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati. Saya juga selalu berkoordinasi dengan Bawaslu dan KPU untuk menjaga netralitas ASN,” kata Yuni Astuti seperti dilansir gatra.com, belum lama ini. 

Yuni ditunjuk sebagai Pjs Bupati Purworejo pada 25 September 2020 lalu. Penunjukan Yuni ini, menyusul majunya lagi pasangan petahana dalam Pilkada 2020, sebagaimana diatru Pasal 70 Ayat (3) UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Yuni akan menjadi Pjs Bupati Purworejo hingga 5 Desember 2020 mendatang. Kabiro Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jateng ini dalam setiap rakor dengan desk Pilkada, selalu meminta jaminan rasa aman bagi pemilih.

“Prediksi penurunan partisipasi pemilih dimungkinkan karena merasa tidak aman (secara kesehatan) ketika memberikan hak suara. Pencoblosan memakai paku yang dipakai bergantian dengan ratusan pemilih lain. Penyelenggara harus membuat terobosan bagaimana agar tidak ada klaster baru di TPS,” lanjut Yuni.

Selain alat, KPU juga diminta untuk memperhatikan jarak dan menghindari kerumunan pemilih. (Moh-04)

Mungkin Anda juga menyukai