Puskesmas Ujung Tombak Tracing Covid-19

Ganjar mengunjungi Puskesmas Bener, Purworejo yang menggelar tracing Covid-19. (jatengprov.id)

Purworejo (wartapurworejo.com) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Jawa Tengah aktif atau menjadi ujung tombak tracing Covid-19 di masyarakat. Termasuk, seluruh puskesmas di Purworejo.

Menurut Ganjar, tracing tidak mungkin hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, karena cover areanya terlalu besar.

“Kami ingin menjadikan Puskesmas sebagai ujung tombak penanganan Covid-19. Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yang paling depan. Kalau mengandalkan Dinas Kesehatan, tidak akan sanggup karena cakupan areanya terlalu besar,” kata Ganjar saat meninjau Puskesmas Bener di Kabupaten Purworejo, beberapa waktu lalu.

Puskesmas dapat menjadi kekuatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ganjar mengatakan sebagai lembaga kesehatan yang dirancang khusus untuk pelayanan paling depan di Indonesia, Puskesmas dinilai mampu melakukan tugas itu.

“Dengan pengoptimalan Puskesmas dalam rangka tracing Covid-19, maka kita bisa mengetahui dan mendeteksi dengan cepat,” ujarnya seperti dilansir jatengprov.go.id.

Puskesmas juga didorong menggampanyekan program-program lain. Misalnya Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG), penanggulangan stunting, gizi buruk, dan demam berdarah.

“Sekaligus mengecek ibu hamil, sosialisasi vaksin balita, penanganan gizi buruk, stunting dan lainnya. Karapan kita, di tengah pandemi ini, semua bisa berjalan dengan baik” tandasnya.

Sementara itu, proses tracing di Puskesmas Bener Purworejo yang dikunjungi Ganjar sudah berjalan dengan mengandalkan surveilans dan bidan desa. Mereka aktif terjun ke masyarakat guna melakukan edukasi dan tracing kontak.

“Di Purworejo kami memiliki 27 Puskesmas. Di setiap Puskesmas, kami menugaskan satu orang sebagai koordinator surveilans. Sistem kerjanya, para surveilans ini dibantu bidan desa sejumlah 412 orang yang tersebar di 494 desa dan kelurahan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Sudarmi.

Sudarmi mengatakan selama ini langkah itu dinilai efektif. Setiap Puskesmas, ditargetkan untuk melakukan tracing 103 orang/hari. (Moh-04)

Mungkin Anda juga menyukai