Tanggul Jebol, Ribuan Warga Kebumen Mengungsi

Lokasi banjir akibat tanggul Sungai Telomoyo Jebol. (Foto : Hafied)

Kebumen (wartapurworejo.com) – Sedikitnya 1.200 warga Desa Madureja dan Sidobunder, Kecamatan Puring, Kebumen mengungsi akibat tanggul Sungai Telomoyo jebol selebar 50 meter.

Genangan air setinggi hingga satu meter masuk ke pemukiman warga pasca hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kebumen selama dua hari, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa titik termasuk jebolnya tanggul Sungai Telomoyo tidak kuat menampung debit air yang begitu deras.

Sekitar 995 warga mengungsi ke SD Madureja akibat peristiwa itu. Sementara di Desa Sidobunder warga yang terdampak tanggul jebol sebanyak 300 kepala keluarga dan diungsikan ke Rumah Panggung.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen Teguh Kristiyanto merilis data dari Pusdalops BPBD Kebumen mengungkapkan, banjir dan longsor tersebut akibat curah hujan lebat sejak Sabtu malam hingga Senin (26/10/2020) dini hari.

Data Pusdalops BPBD Kebumen merinci, aliran Sungai Lesung di Kecamatan Prembun-Desa Pesuningan meluap sehingga parapet jebol mengakibatkan air masuk pemukiman sekitar setinggi 50 cm.

“Di Desa Merden Prembun luapan sungai mengakibatkan air masuk ke pemukiman kurang lebih 50 cm. Di Desa Kedungbulus tanggul Sungai Lesung jebol kurang lebih 10 meter. Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30 cm – 50 cm,” terangnya.

Di wilayah Kebumen bagian barat banjir juga terjadi akibat luapan aliran Sungai Karanganyar di Kecamatan Karanganyar. Akibatnya Desa Candi tergenang air dengan ketinggian 30 cm–50 cm. Di Kelurahan Karanganyar air sungai meluap menyebabkan genangan ketinggian 30 cm–50 cm.

Banjir di wilayah Kecamatan Karanganyar itu juga menyebakan genangan air di Kelurahan Panjatan,Kelurahan Jatiluhur dan Desa Plarangan. Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm – 50cm.

Tidak hanya banjir, BPBD Kebumen juga melaporkan bencana tanah longsor di sejumlah titik yang mengakibatkan akses jalan kabupaten dan jalan provinsi tersendat. Tanah longsor terjadi di Desa Sidototo, Kecamata Padureso, Desa Kaligubug dan jalan provinsi Prembun-Wadaslintang masuk Desa Padureso.

Tanah longsor terjadi pula Desa Prrigi Kecamatan Pejagoan. Bahkan sejumlah desa dataran tinggi di Kecamatan Karanggayam juga terjadi longsor. Seperti di Desa Glontor, Ginandong, Kalirejo, Karangrejo dan Gunungsari. (Hafied-02)

Mungkin Anda juga menyukai